Author name: Permata Kopo GA13

Permata Kopo GA13 | Rumah Kontrakan Luas di Permata Kopo Sukamenak

Anak dan Rutinitas Sekolah

Libur Sekolah di Rumah Kontrakan: Rumah Kecil Bisa Terasa Dua Kali Lebih Ramai

Hari pertama libur, semua orang masih senang. Anak bangun tanpa alarm. Sarapan lebih lama. Mainan keluar. Televisi menyala. Sepupu datang siang hari. Orang tua berkata, “Biarin, namanya juga libur.” Hari keempat, ruang tamu sulit dilewati. Gelas berpindah ke semua permukaan. Orang tua yang bekerja dari rumah mulai menutup laptop lebih keras. Anak-anak bosan meski mainan…

Anak dan Rutinitas Sekolah

Anak Remaja Butuh Privasi, Tapi Rumah Tidak Bertambah Besar

Pintu kamar hanya tertutup tiga menit ketika suara ibunya terdengar. “Nay, pintunya jangan dikunci.” “Aku lagi ganti baju.” “Ibu cuma mau ambil setrika.” “Tunggu!” Di ruang lain, ayah Naya mendengar nada anaknya dan berbisik, “Sekarang semua dibilang privasi.” Naya mendengar juga. Rumah mereka memang tidak besar. Masa remaja membawa kebutuhan untuk memiliki batas tubuh, percakapan,…

Kerja dari Rumah dan Freelance

Kerja dari Rumah di Kontrakan Tidak Butuh Ruang Kantor, Tapi Butuh Batas

Tidak ada papan nama kantor di rumah sewa Lala. Tidak ada kursi khusus, lemari arsip, atau dinding kedap suara. Kantornya muncul setiap pukul delapan ketika laptop diletakkan di ujung meja makan. Masalahnya, kantor itu tidak pernah benar-benar pergi. Pukul enam sore, laptop memang ditutup, tetapi charger tetap melintang. Pukul delapan, Lala membuka satu pesan. Pukul…

Kerja dari Rumah dan Freelance

Internet Lancar di Ruang Tamu Belum Tentu Lancar di Tempat Anda Mau Bekerja

Ketika survei kontrakan, Arum berdiri di ruang tamu sambil melihat ponselnya. “Sinyalnya penuh,” katanya. Pemilik rumah mengangguk. “Internet aman.” Dua minggu setelah pindah, Arum bekerja dari kamar belakang. Rapatnya berhenti setiap beberapa menit. Suara rekan kerja berubah patah-patah. Kamera membeku pada ekspresi yang tidak ingin ia simpan. Suaminya, Fikri, masih dapat menonton video di ruang…

Kerja dari Rumah dan Freelance

Meeting Pagi Saat Rumah Mulai Ramai: Cara Cari Sudut Kerja yang Masuk Akal

Pukul 07.55, Tami menyalakan kamera. Di belakangnya, dinding terlihat rapi. Pencahayaan cukup. Mikrofon bekerja. Pukul 08.01, anaknya berlari melintas sambil membawa seragam yang belum dikancing. Pukul 08.03, suaminya menyalakan keran. Pukul 08.06, terdengar seseorang mengetuk pagar. Pada pukul 08.09, Tami sudah tiga kali berkata, “Maaf, ada sedikit suara dari rumah.” Setelah rapat, suaminya, Doni, berkata,…

Kerja dari Rumah dan Freelance

Freelancer Tinggal di Kontrakan: Rumah yang Tenang Kadang Lebih Berharga daripada Luas

Ada dua kontrakan yang dilihat Dinda dalam satu hari. Rumah pertama lebih luas. Ruang tengah lega, kamar tambahan tersedia, dan halaman cukup untuk dua motor. Saat ia berdiri di teras, truk lewat. Beberapa menit kemudian, bengkel di seberang menyalakan alat. Pemilik berkata, “Nanti juga terbiasa.” Rumah kedua lebih kecil. Meja kerja hanya mungkin diletakkan dekat…

Kerja dari Rumah dan Freelance

Pasangan Sama-sama WFH, Bagaimana Membagi Ruang dan Jadwal Panggilan?

Pukul 09.00, Adit berkata, “Selamat pagi, rekan-rekan.” Pada detik hampir bersamaan, Sari di sisi lain meja berkata, “Terima kasih sudah bergabung.” Keduanya berhenti, saling menatap, lalu menunjuk earphone masing-masing seolah itu dapat menyelesaikan suara yang keluar dari mulut. Adit pindah ke kamar. Lima menit kemudian ia kembali karena Sari perlu mengambil dokumen dari lemari. Sari…

Kerja dari Rumah dan Freelance

Meja Makan Jadi Meja Kerja Setiap Hari, Kapan Mulai Mengganggu Kehidupan Rumah?

Makan malam keluarga Wawan berlangsung mengelilingi laptop. Laptopnya tidak menyala. Ia hanya tidak dipindah. Di sampingnya ada buku catatan, dua kabel, headset, dan cangkir kopi yang sudah kosong sejak siang. Istrinya, Intan, menaruh piring pada ruang yang tersisa. “Bisa dibereskan dulu?” “Nanti aku lanjut kerja.” “Kita makan sekarang.” “Kan masih muat.” Memang masih muat, jika…

Kerja dari Rumah dan Freelance

Kalau Kerja Butuh Banyak Peralatan, Survei Rumah Harus Melihat Lebih dari Stopkontak

Rio menghitung enam stopkontak saat survei dan langsung lega. Ia bekerja dengan dua monitor, komputer, perangkat audio, lampu, penyimpanan, serta beberapa alat pendukung. Setelah pindah, ia menemukan tiga masalah. Stopkontak di sudut kerja berada terlalu jauh. Satu titik terasa longgar. Jalur membawa peralatan melewati pintu sempit yang membuat meja tidak bisa masuk tanpa dibongkar. “Tapi…

Scroll to Top