Warna, Bau, dan Aliran Air Sebaiknya Diperhatikan Tanpa Membuat Asumsi Terburu-buru
Pagi itu, Lusi mengisi ember lalu memanggil suaminya. “Airnya agak kuning, enggak?” Arif melihat dari pintu kamar mandi. “Kayaknya cuma warna ember.” Lusi memindahkan air ke wadah putih. Warna tipis masih terlihat. Ia mendekatkan hidung, lalu ragu. “Ada bau besi atau aku kebawa pikiran?” Arif hampir menjawab, “Pasti pipanya,” tetapi berhenti. Mereka belum tahu. Air…