Keputusan Memilih Kontrakan

Keputusan Memilih Kontrakan

Kontrakan Pertama Langsung Cocok, Perlu Tetap Lihat Pilihan Lain?

“Kalau memang sudah suka, kenapa harus cari alasan buat enggak jadi?” Pertanyaan itu muncul ketika Ina dan Bagus baru keluar dari kontrakan pertama yang mereka survei. Ruangnya cukup, akses terasa masuk akal, dan suasananya tidak membuat salah satu dari mereka mengernyit. Setelah berminggu-minggu melihat foto serta bertukar tautan, menemukan rumah yang terasa cocok seperti mendapat…

Keputusan Memilih Kontrakan

Rumah yang Terlihat Biasa Bisa Jadi Pilihan Paling Masuk Akal

Tidak ada yang langsung mengeluarkan ponsel ketika pintunya dibuka. Ruang depan bersih, tetapi tidak dramatis. Warna dinding aman. Dapurnya tidak membuat orang berkata, “Wah.” Halamannya juga tidak terlihat seperti tempat yang akan masuk papan inspirasi desain. Pak Hendra masuk paling belakang. Ia memperhatikan lantai, membuka satu jendela, lalu berdiri sebentar di dekat pintu menuju area…

Keputusan Memilih Kontrakan

Jangan Jatuh Cinta Sama Foto Rumah Sebelum Membayangkan Senin Pagi

Sabtu siang membuat banyak kontrakan terlihat ramah. Cahaya masuk dari jendela. Jalan kompleks tidak terlalu sibuk. Tidak ada seragam sekolah yang belum disetrika, tidak ada pesan kantor yang masuk sebelum sarapan, dan tidak ada orang yang mencari kunci kendaraan sambil menahan pintu. Senin pagi mempunyai standar sendiri. Pukul 05.15 Alarm pertama berbunyi. Dalam rumah yang…

Keputusan Memilih Kontrakan

Pasangan Beda Pendapat Soal Kontrakan: Dekat Kerja atau Lebih Nyaman?

“Dari sini ke kantor aku jauh lebih dekat.” “Iya, tapi aku yang lebih sering di rumah.” “Kalau ambil yang satunya, waktu habisku di jalan.” “Kalau ambil yang ini, waktuku habis menghadapi rumah yang sempit.” Tidak ada yang sedang egois dalam percakapan ilustratif itu. Bima sedang menghitung perjalanan. Sari sedang menghitung jam hidup di dalam rumah.…

Keputusan Memilih Kontrakan

Rumahnya Bagus, Tapi Hidupnya Gimana? Cara Menilai Kontrakan dari Rutinitas Sehari-hari

Foto ruang tamunya terang. Cat dindingnya bersih. Halaman depan terlihat cukup untuk satu mobil dan beberapa pot. Di layar ponsel, rumah itu seperti jawaban dari pencarian yang sudah melelahkan. Lalu bayangkan percakapan setelah survei. “Aku suka rumahnya,” kata Rani sambil memasang sabuk pengaman. “Aku juga. Tapi besok pagi kita coba berangkat kerja dari sini dulu,”…

Artikel dalam kategori ini

Scroll to Top